step by step tutorial all about Python 5yn_4ck

Apa itu Python ?
Python adalah salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi yang bersifat interpreter, interaktif, object-oriented dan dapat beroperasi di hampir semua platform, seperti keluarga UNIX, Mac, Windows, OS/2, ataupun yang lain. Sebagai bahasa tingkat tinggi, Python termasuk salah satu bahasa pemrograman yang mudah untuk dipelajari karena syntax yang jelas dan elegan, dikombinasikan dengan penggunaan module-module siap pakai dan struktur data tingkat tinggi yang efisien.

Asal Nama Python
Nama Python berasal dari salah satu acara komedi tahun 70-an yang disiarkan oleh BBC. Menurut pembuat bahasa Python, Guido van Rossum (http://www.python.org/~guido/), nama Python dipakai untuk memberikan suatu nama yang unik, pendek, dan sedikit misterius. Oleh karena itu Python sama sekali tidak berhubungan dengan salah satu reptil buas.

Kegunaan Python
Python dapat kita gunakan untuk pemrograman yang memerlukan dinamisme tinggi, waktu pengembangan yang cepat, aplikasi skala besar yang memerlukan orientasi objek, dan juga fleksibilitas yang tinggi. Python bisa digunakan untuk membuat banyak aplikasi, mulai dari aplikasi perkantoran, aplikasi web, simulasi yang memerlukan perhitungan tingkat tinggi,administrasi sistem operasi, dan sebagainya.

Resource Python
Python memiliki sebuah website resmi, yaitu http://www.python.org yang berisi segala sesuatu yang berhubungan dengannya, dan seharusnya jadi tempat persinggahan pertama bagi para Pythonia. Untuk memperoleh source code dari interpreter Python, silahkan mengambilnya di http://www.python.org , sedangkan source code terbaru yang berada dalam versi pengembangan bisa diambil dari http://python.sourceforge.net melalui anonymous CVS. Untuk memperoleh dokumentasi Python, silahkan mengunjungi http://www.python.org/doc . Dokumentasi tersedia untuk dibaca dan di download dalam berbagai format.

Penggunaan Interpreter Python

Pertanyaan pertama tentang pemakaian Python yang umum adalah bagaimana caranya agar kita bisa menggunakan interpreter tersebut.
Distribusi Python dilengkapi dengan suatu fasilitas shell seperti di Linux, yang memungkinkan kita untuk mencoba penggunaan Python secara interaktif, atau untuk melakukan suatu hal yang sederhana saja. Lokasi instalasi Python biasa terletak di /usr/bin/python (Linux/Unix), sedangkan di windows C:\Python26 atauC:\Python25 tergantung versi dan default instalasi interpreter Python tersebut.

Modus Interaktif
Pertama-tama kita akan membahas modus interaktif yang disediakan oleh interpreter. Untuk menjalankannya, kita cukup mengetikkan

Code:python

pada direktori interpreter melalui terminal atau command prompt.
tunggu sebentar dan kita akan mendapatkan tampilan seperti gambar dibawah (saya menggunakan windowsXP dan instalasi interpreter dilakukan di drive D:, secara default di C:, tidak menjadi masalah untuk hal ini):

Tanda >>> diatas berarti interpreter Python telah siap menerima perintah dari kita. Terdapat juga tanda … yang berarti secondary prompt.
kita bisa langsung mengetikkan ekspresi Python di prompt yang telah tersedia, baik untuk ekspresi sederhana berupa assignment sampai yang lebih kompleks seperti deklarasi fungsi dan class, berikut ini akan diberikan contoh penggunaannya. Untuk sementara, bagi yang yang baru mengenal Python, penjelasannya selanjutnya akan dibahas pada diskusi dan post saya berikutnya.

Contoh – contoh dasar, berupa assignment, penggunaan print dan pesan kesalahan:

Contoh – contoh penggunaan Python sebagai kalkulator

Berikut ini contoh-contoh yang lebih kompleks

Beberapa fungsi yang berguna pada modus interaktif ini adalah :

  • help()
    Berguna untuk kita yang ingin mendapatkan penjelasan tentang Python, baik itu perintah, module ataupun yang lainnya
  • copyright()
    Berguna untuk melihat hal-hal seputar hak cipta
  • credits()
    Berguna untuk melihat hal-hal seputar pembuat Python
  • license()
    Berguna untuk melihat hal-hal seputar lisensi
  • dir([object])
    Berguna untuk mengembalikan/menampilkan list yang berisi atribut-atribut objek yang diberikan.

    • Tanpa parameter
      akan mengembalikan nama-nama di dalam scope aktif
    • Module
      akan mengembalikan attribut module
    • Type atau class
      akan mengembalikan atribut-attributnya dan secara rekursif akan mengembalikan attribut-attribut orang tuanya

      Python menyediakan perintah -perintah built-in yang mungkin akan sangat berguna bagi kita. Silahkan ketikkan

      Code:dir(__builtins__)

      di prompt saat kita dalam modus interaktif

      beberapa fungsi lain seperti len(), max(), min() dan open() mungkin akan sangat berguna bagi kita.

  • del()
    berguna untuk menghapus suatu object dari memori

Untuk keluar dari interpreter Python, tekan tombol CTRL+D atau ketikkan exit() pada modus interaktif

Penggunaan Script
Untuk tugas-tugas yang lebih kompleks tentu saja kita tidak mungkin mengetikkan semuanya pada modus interaktif. Untuk itu kita dapat membuatnya dalam sebuah script, berikut ini adalah contoh script python sederhana :

Code:#!/usr/bin/python
a = 1

print “nilai a adalah = “, a

kita simpan dengan nama a.py
secara default, script Python yang kita buat disimpan dengan ekstensi .py

di dalam linux/unix, kita bisa menjalankan script tersebut dengan 2 cara:

  • Ketikkan perintah Python a.py atau
  • Berikan permission x sehingga script menjadi executable dengan perintah :
Code:chmod +x a.py

setelah itu kita bisa menjalankannya dengan cara :

Code:./a.py

sedangkan untuk di win32 kita bisa menjalankannya dengan cara mengetik:

Code:python a.py

note: Kita bisa menjalankan perintah seperti diatas kalau variable DOS bernama PATH mengandung item Python kita. Untuk itu, kita perlu menuliskan perintah seperti berikut terlebih dahulu pada prompt shell :

Code:SET PATH=%PATH%;D:\Python25

perintah tersebut disesuaikan dengan tempat instalasi Python kita, untuk kasus ini saya memang menginstall di partisi drive D:\

selain menggunakan interpreter berbentuk perintah pada shell command prompt atau terminal, kita juga bisa menggunakan antarmuka khusus yang dinamakan IDLE (Integrated Development Environment).

Reserved-word
Yang dimaksud reserved-word adalah kata-kata yang dipakai oleh Python dengan makna khusus, kata-kata ini tidak dapat kita ubah maknanya.Berikut ini daftar reserved-word pada Python:

Code:and               def
if                not
assert             elif
import             or
break             else
in                  pass
class              except
is                print
continue           raise
lambda             return
for                try
from              while
global

Variabel
untuk yang satu ini pasti familiar. Variabel adalah suatu nama yang digunakan untuk menyimpan nilai, dan nilai yang ada di dalamnya bisa diubah. Variabel pada Python tidak perlu dideklarasikan. Pada bahasa seperti C, pendeklarasian digunakan untuk menentukan tipe data yang hendak disimpan kedalam variabel. Hal seperti ini tidak diperlukan pada Python. Kita bisa langsung memberikan suatu nilai pada variabel seperti yang telah kita praktekan sebelumnya.
contoh:

Code:a = 5
x = “Python”

a dan x merupakan variabel. Sering dikatakan sebagai a diisi dengan nilai 5 dan x diisi dengan nilai “Python”, walaupun sebenarnya yang terjadi adalah variabel a merujuk ke objek bilangan 5 atau variabel x merujuk ke objek string “Python”

Tipe Data
tipe data pada Python dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1.Tipe data yang tidak bisa diubah (immutable),contohnya adalah string dan bilangan.
Bilangan:
bilangan bulat = -5, 45, dll
bilangan bulat panjang = 3L, 2L (akhiran L menyatakan bilangan bulat yang tidak terbatas)
bilangan titik mengambang = 7.3, 3.5e+8, -34.8, 3.2e-3 (e merupakan notasi sains, 3.5e+8 artinya 3.5 x 10 pangkat +8, 3.2e-3 artinya 3.2 x 10 pangkat -3)
bilangan hexa = 0x83, 0xA (0-f)
bilangan oktal = 017 (0-7)
bilangan kompleks = 2+3J, 10-5j (j atau J merupakan notasi imajiner)
String:
string adalah deretan karakter (dapat berupa huruf, digit atau simbol) berikut contoh penulisan string pada Python:
‘Python’ <- menggunakan petik tunggal untuk mengapit string (benar)
“Python” <- menggunakan petik ganda untuk mengapit string (benar)
‘Python” <- menggunakan petik tunggal dan ganda untuk mengapit string (salah)
‘ “Python” ‘ <- menggunakan petik tunggal dan ganda untuk mengapit string (benar. jika ditampilkan ke output maka akan menghasilkan “Python”, bukan Python)
contoh pemanggilan String menggunakan indeks (menggunakan modus interaktif):

Code:>>> a = “Python”
>>> a[0]
‘P’
>>> a[3]
‘h’
>>> a[-1]
‘n’
>>> a[-3]
‘h’
>>> a[0:-2]
‘Pyth’
>>> a[2:]
‘thon’

indeks -1 pada string menyatakan posisi paling kanan, indeks -3 menyatakan posisi ketiga dari yang paling kanan
2.Tipe data yang bisa diubah (mutable), contohnya yaitu list dan dictionary
List:
list merupakan suatu bentuk struktur data yang bisa mengandung sejumlah elemen dengan tipe yang berbeda-beda dan memungkinkan penambahan atau pengurangan elemen-elemennya, list ditulis dalam tanda kurung siku ([]) dan antara elemen didalamnya ditulis pemisah berupa koma, contoh:

Code:[1,3,5,7,9]

elemen didalam list dapat diakses menggunakan indeks, contoh:

Code:>>> a = [1,3,5,7,9]
>>> a[0]
1
>>> a[3]
7
>>>

mengubah data pada list, contoh:

Code:>>> daftar = [“A”,”b”,”C”,”d”]
>>> daftar[2] = “zzz”
>>> daftar
[“A”,”b”,”zzz”,”d”]

untuk mengetahui jumlah elemen di dalam list kita dapat menggunakan fungsi len(), contoh:

Code:>>> d = [1,2,3,4,5,7]
>>> len(d)
6
>>> d = [1,”A”,[“X”,”Y”]]
>>> len(d)
3
>>>

untuk menghapus elemen dalam list kita bisa menggunakan fungsi del(), contoh:

Code:>>> d = [4,5,6,7,8]
>>> del(d[2])
>>> d
[4,5,7,8]

untuk menambah elemen dalam list kita bisa menggunakan fungsi append(), contoh:

Code:>>> d = [9,8,7,6]
>>> d.append(7)
>>> d
[9,8,7,6,7]
>>>

metoda lain yang dapat beroperasi dalam struktur data list adalah sbb:

Code:metoda              keterangan
——————————————————————————————————
count(x)            menghitung frekuensi x pada list
extend(l)           menambahkan elemen-elemen dalam list l ke akhir list
index(x)            memperoleh index dari nilai x yang pertama kali dijumpai pada list
pop([i])            menghapus elemen yang terletak pada index i, dan memberikan nilai balik berupa nilai elemen
tersebut.Jika tidak ada argumen, elemen yang dihapus adalah elemen yang paling belakang
remove(x)           menghapus elemen x yang dijumpai pertama kali pada list
reverse()           membalikkan urutan list
sort([f])           mengurutkan elemen-elemen dalam list. Jika fungsi f disertakan, pengurutan akan dilakukan
dengan menggunakan fungsi tersebut

mengenal fungsi lain yang dapat beroperasi dalam struktur list:
range(), berguna untuk membentuk list dengan elemen bertipe integer yang bersifat urut dari suatu nilai ke suatu nilai. contoh:

Code:>>> r = range(3,8)
>>> r
[3,4,5,6,7]
>>> r = range(8)
>>> r
[0,1,2,3,4,5,6,7]
>>> r = range(1,11,2)
>>> r
[1,3,5,7,9]
>>> r = range(10,1,-1)
>>> r
[10,9,8,7,6,5,4,3,2]
>>>

xrange(), berguna seperti range(). Namun fungsi ini hanya ditujukan untuk digunakan pada pernyataan for (tidak bermanfaat kalau digunakan diluar for), contoh:

Code:>>> x = xrange(1,10,2)
>>> for bil in x:
…        print bil

1
3
5
7
9
>>>

filter(), berguna untuk memfilter suatu list melalui suatu fungsi yang digunakan untuk memfilter list, contoh:

Code:>>> def f(x):
…        return x % 2 != 0

>>> filter(f, range(1,10))
[1,3,5,7,9]
>>>

Dictionary:
Dictionary(kamus) berfungsi seperti layaknya kamus. Di dalam kamus kita mencari suatu arti berdasarkan kata kunci. Di dalam dictionary kita juga menggunakan kunci untuk mendapatkan suatu nilai.
Format dictionary:

Code:variabel = {kunci: nilai, kunci: nilai, …}

contoh dictionary:

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> saya
{‘arab’,: ‘ana’, ‘jawa’: ‘kulo’}
>>>

memperoleh nilai melalui kunci:

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> saya[‘jawa’]
‘kulo’
>>> saya[‘jerman’]
Traceback (most recent call last):
File “<stdin>”, line 1, in ?
KeyError: ‘jerman’
>>>

mengetahui jumlah kunci kita bisa menggunakan len(), contoh:

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> len(saya)
2
>>>

untuk memperoleh daftar kunci kita bisa menggunakan metoda keys(), contoh:

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> saya.keys()
[‘arab’, ‘jawa’]
>>>

untuk memperoleh daftar nilai kita bisa menggunakan metoda values(), contoh:

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> saya.values()
[‘ana’, ‘kulo’]
>>>

untuk memperoleh pasangan kunci dan nilai kita bisa menggunakan metoda items(), contoh:

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> saya.items()
[(‘arab’, ‘ana’), (‘jawa’, ‘kulo’)]
>>>

untuk memeriksa keberadaan suatu kunci kita bisa menggunakan fungsi has_key(), contoh:

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> saya.has_key(‘jepang’)
False
>>> saya.has_key(‘arab’)
True
>>>

cara lain memperoleh nilai melalui fungsi get(), contoh:

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> saya.get(‘jepang’)
>>> saya.get(‘arab’)
‘ana’
>>>

mengubah data menggunakan fungsi update(), contoh:

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> saya.update({“jawa”:”aku:})
>>> saya
{‘arab’: ‘ana’, ‘jawa’: ‘aku’}
>>>

menambah data menggunakan fungsi update(), contoh:

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> saya.update({“jerman”:”ich:})
>>> saya
{‘arab’: ‘ana’, ‘jawa’: ‘kulo’, ‘jerman’: ‘ich’}
>>>

menyalin dictionary dengan menggunakan fungsi copy(), perhatikan 2 contoh dibawah ini:
x = saya

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> x = saya
>>> saya[“jerman”] = “ich”
>>> saya
{‘arab’: ‘ana’, ‘jawa’: ‘kulo’, ‘jerman’: ‘ich’}
>>> x
{‘arab’: ‘ana’, ‘jawa’: ‘kulo’, ‘jerman’: ‘ich’}
>>>
Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> x = saya.copy()
>>> saya[“jerman”] = “ich”
>>> saya
{‘arab’: ‘ana’, ‘jawa’: ‘kulo’, ‘jerman’: ‘ich’}
>>> x
{‘arab’: ‘ana’, ‘jawa’: ‘kulo’}
>>>

menghapus data dengan del()

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> del(saya[‘arab’])
>>> saya
{‘jawa’: ‘kulo’}
>>>

menghapus semua data dengan clear()

Code:>>> saya = {“arab”: “ana”, “jawa”: “kulo”}
>>> saya.clear()
>>> saya
{}
>>>

menghapus dengan menggunakan popitem()

Code:>>> kamus = {2:”dua”, 3:”tiga”, 1:”satu”}
>>> kamus
{1: ‘satu’, 2: ‘dua’, 3: ‘tiga’}
>>> kamus.popitem()
(1, ‘satu’)
>>> kamus
{2: ‘dua’, 3: ‘tiga’}
>>>

metoda popitem() ini berguna untuk menghapus sebuah pasangan kunci dan nilai dalam dictionary. Yang dihapus adalah pasangan kunci dan nilai pertama yang disusun secara internal oleh dictionary. Dalam hal ini metoda ini mengembalikan pasangan kunci dan nilai yang dihapus dalam bentuk tuple.

by:5yn_4ck

taken https://antijasakom.net/forum/viewtopic.php?f=51&t=621

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: